BATAM, iNTREN – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Kepulauan Riau (DPRD Kepri) dari Partai Demokrat, Hj Mesrawati Tampubolon SE MH menggelar kegiatan reses dan temu masyarakat di Golden Prawn, Kecamatan Bengkong, Kota Batam, Selasa (16/04/2024).
Kegiatan ini secara khusus mengundang seluruh ketua RT dan RW, serta tokoh masyarakat di Kelurahan Bengkong Sadai.
Dalam sambutannya, Ketua RW 12, Seinayon yang juga Ketua RTP Kecamatan Bengkong, Anwar Munding menyampaikan apresiasi mendalam atas undangan reses ini, yang disebutnya sebagai pengalaman pertama bagi perwakilan RT/RW dari Bengkong Sadai untuk diundang dalam kegiatan reses anggota dewan.
Anwar mengungkapkan, ada permasalahan krusial di wilayahnya, khususnya di Bengkong Sadai, terkait penimbunan atau reklamasi sungai yang mengakibatkan pendangkalan. “Saat ini akibat dari timbunan sungai terjadi pendangkalan,” ujar Anwar Munding.
Dia berharap, melalui reses yang dilakukan oleh Mesrawati, permasalahan ini benar-benar dapat terselesaikan di kemudian hari.
Anwar juga memuji ketegasan dan kepedulian Mesrawati, yang disebutnya sudah empat kali turun langsung ke lapangan meninjau lokasi masalah dan dinilai sangat cepat dalam merespons keluhan masyarakat.
Menanggapi aspirasi warga, Mesrawati menjelaskan, reses malam itu memang sengaja difokuskan untuk RT/RW Bengkong Sadai mengingat banyaknya permintaan dari masyarakat di sana.
Dia membenarkan bahwa permasalahan utama yang muncul adalah terkait pendangkalan dan penyumbatan aliran sungai yang berasal dari berbagai wilayah seperti Sungai Panas, Bengkong Indah, Bengkong Harapan, Bengkong Laut, Sadai, dan Greenton.
“Saat ini posisi sungai itu tersumbat dampak dari penimbunan yang dilakukan oleh oknum perusahaan,” terang Mesrawati. Akibatnya, hujan satu jam saja bisa menyebabkan banjir yang merusak barang-barang warga, bahkan ketinggian air kadang bisa mencapai dada orang dewasa.
Mesrawati berkomitmen untuk memfasilitasi pertemuan antara teman-teman dewan, pemerintah kota, stakeholders, organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, dan pihak perusahaan yang diduga melakukan penimbunan.
Tujuannya adalah untuk mencari solusi penyelesaian yang final dan tidak mengambang. Dia menyebutkan, sebelumnya sudah ada komitmen dari perusahaan, namun pendalaman sungai belum juga dilakukan, Ia akan segera menjadwalkan ulang pertemuan tersebut.
Selain masalah banjir, masyarakat Bengkong Sadai dalam reses tersebut juga menyampaikan kebutuhan mendesak lainnya, seperti pembangunan drainase kurang lebih 3 kilometer, bantuan pembangunan batu miring di pinggiran kolam, pembangunan masjid, dan beberapa program pelatihan.
Mesrawati berharap, dengan adanya gotong royong dari anggota dewan lainnya, pembangunan di Bengkong Sadai dapat teratasi. Dia berharap aspirasi yang disampaikan dapat direalisasikan, kemungkinan untuk tahun anggaran 2026, sambil memohon doa dari masyarakat. (***)
Reporter: Angga Syahbana
Editor: Guntur Marchista Sunan
Tonton Videonya:

