Demi Meningkatkan Kualitas Konten Digital, Narabahasa Hadirkan Kelas Kreator Konten
Pendiri Narabahasa, Ivan Lanin. (Foto: Dok iNTREN)

Demi Meningkatkan Kualitas Konten Digital, Narabahasa Hadirkan Kelas Kreator Konten

JAKARTA, iNTREN – Narabahasa telah melaksanakan program Kelas Berkala Narabahasa (KBN) yang mengangkat tema Belajar Jadi Kreator Konten yang Kompeten. KBN adalah salah satu program dari Narabahasa yang bertujuan untuk memberikan pendidikan terkait bahasa yang berkualitas, relevan, dan berdampak bagi masyarakat luas. Kegiatan ini dilaksanakan di Zoom, pada Sabtu, Minggu, dan Senin, 7-9 Maret 2026.

Program ini berangkat dari visi Narabahasa, yaitu “Kuasai bahasa, kuasai dunia”. Tema yang diangkat berasal dari pengamatan serta pengalaman kolektif di media sosial mengenai makin masifnya kehadiran para konten kreator. Narabahasa meyakini bahwa menjadi konten kreator tidak hanya memerlukan perangkat teknis yang memadai, tetapi juga kemampuan berbahasa yang baik dan efektif agar pesan yang disampaikan dapat dipahami secara tepat oleh audiens.

Oleh sebab itu, Narabahasa menghadirkan rangkaian kelas dengan topik-topik yang berbeda untuk memastikan jenjang pengetahuan peserta dapat tersampaikan dengan baik dan tepat. Pada KBN ini, Narabahasa bekerja sama dengan Rza Kumar yang merupakan seorang penulis, Ivan Lanin sebagai pendiri Narabahasa, dan Mufid Alfayid seorang konten kreator. Ketiganya hadir sebagai narasumber pada tiap-tiap hari dari kegiatan tersebut.

Pada Sabtu, 7 Maret  2026, pukul 09.30-11.00 WIB, Rza Kumar memulai rangkaian kelas dengan topik “Mengubah Ide Cerita Jadi Konten yang Bernyawa”. Materi yang dia bawa membahas seputar cara menemukan ide, mengubah ide menjadi cerita, dan menghidupkan cerita.

Rza menjelaskan bahwa ide sebenarnya sudah ada di dalam diri setiap orang. Sering kali rasa malaslah yang justru menghalangi ide tersebut muncul. “Sumber dari ide itu ada dua, yaitu internal dan eksternal,” jelasnya.

Rza mengungkapkan bahwa salah satu cara menggali ide adalah dengan mencatat hal-hal yang paling diingat pada hari-hari kita. Lalu, ide tersebut dikembangkan dengan konsep “payung emosi” dengan menjelaskan makna di balik momen yang dicatat. Pada akhir sesi, Rza juga menjelaskan bahwa penting untuk seseorang mencintai apa yang ia kerjakan, yaitu menulis dan membuat konten.

Pada Minggu, 8 Maret  2026, pukul 09.30-11.00 WIB, Ivan Lanin melanjutkan rangkaian kelas dengan topik “Meramu Bahasa untuk Konten yang Berdampak”. Pada sesi ini, materi difokuskan pada tiga hal, yaitu memahami audiens, menerapkan prinsip kebahasaan, dan meramu kalimat yang efektif.

Secara umum, materi yang disampaikan Ivan berfokus pada konten berbasis teks, berbeda dengan Rza Kumar dan Mufid yang cenderung berfokus pada audiovisual. “Alur dari rangkaian ketiga kelas ini dapat disederhanakan menjadi tiga kata, yaitu cerita, bahasa, dan gema,” ujarnya.

Lalu, Ivan menjelaskan proses pembentukan pesan, mulai dari wacana hingga bunyi dan ejaan. Ivan juga melanjutkan pembahasan Rza mengenai jenis bahasa konten, yaitu hiburan, edukasi, informasi, motivasi, dan inspirasi. Jenis-jenis tersebut perlu digabung untuk membentuk sebuah konten yang menarik untuk dikonsumsi.

Ivan menegaskan fungsi bahasa untuk menghasilkan konten yang berdampak. “Pertama, bahasa itu multifungsi. Fungsi komunikasi bukan satu-satunya hal yang dapat dilakukan oleh bahasa. Ada fungsi lain, seperti sosial dan ekspresi. Tiga hal tersebut sangat perlu dipahami dengan baik untuk menghasilkan konten yang lebih kaya,” ungkapnya.

Rangkaian terakhir, pada Senin, 9 Maret 2026, pukul 15.30-17.00 WIB, Mufid Alfayid membawakan topik “Mengembangkan Konten yang Konsisten supaya Cuan” dengan fokus topik pada membangun penjenamaan diri (personal branding), memproduksi konten pendek, dan memanfaatkan konten sebagai sumber penghasilan.

Pada sesi ini, Mufid memulai dengan menjelaskan pentingnya jenama untuk pribadi. Menurutnya, jenama adalah segalanya dalam membangun persona yang dapat dikenal oleh orang lain. Mufid menegaskan bahwa pada zaman sekarang jejak digital dan penjenamaan pribadi menjadi jalan untuk mengenal seseorang secara lebih mudah.

Selanjutnya, Mufid menjelaskan pentingnya memahami orientasi untuk membuat konten. “Setiap orang pasti akan merasa jenuh. Saya selalu mengingatkan diri sendiri tentang alasan saya mulai membuat konten. Motivasi lahir dari kesadaran yang saya bangun mengenai orientasi pribadi ketika membuat konten,” ujarnya.

Narabahasa berharap KBN ini dapat menjadi ruang belajar yang mendorong lahirnya lebih banyak kreator konten yang tidak hanya kreatif secara teknis, tetapi juga bijak dalam berbahasa dan bertanggung jawab dalam menyampaikan pesan kepada publik. Melalui kelas ini, Narabahasa ingin memperluas akses masyarakat terhadap pembelajaran bahasa yang relevan dengan perkembangan zaman sekaligus berkontribusi pada upaya mewujudkan pendidikan yang berkualitas bagi semua.

Harapannya, pengetahuan yang diperoleh peserta selama tiga hari pelaksanaan kelas ini dapat terus dikembangkan dalam praktik sehari-hari sehingga konten yang dihasilkan mampu memberikan dampak positif, memperkaya wacana publik, serta memperkuat peran bahasa sebagai sarana belajar dan berbagi pengetahuan. (***)

Editor: Guntur Marchista Sunan

Leave a Comment

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *