Asah Kemampuan Siswa Asal Kawasan Migas di Bidang Infrastruktur Berkelanjutan
55 pelajar dari berbagai daerah di Indonesia ambil bagian dalam program AFS Global Future Leaders 2025. (Foto: Dok iNTREN)

Asah Kemampuan Siswa Asal Kawasan Migas di Bidang Infrastruktur Berkelanjutan

JAKARTA, iNTREN – Bina Antarbudaya dan SKK Migas meresmikan pembukaan program in-person workshop AFS Global Future Leaders Network 2025, sebuah program kolaborasi dengan SKK Migas bersama Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) yang bertujuan mengembangkan kompetensi siswa-siswi di wilayah operasi hulu migas di bidang intercultural learning, industri minyak dan gas, serta pembangunan berkelanjutan.

Program ini memberikan pengalaman kepada pelajar tingkat SMA/sederajat berusia 15–17 tahun untuk mengikuti rangkaian pembelajaran intensif, kolaboratif, dan lintas budaya bersama peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Program ini diinisiasi oleh Bina Antarbudaya dan SKK Migas sebagai bagian dari Program Pelibatan dan Pengembangan Masyarakat di bidang pendidikan.

Dalam program ini, sejumlah 55 siswa didatangkan dari wilayah operasi hulu migas, seperti Kepulauan Tanimbar, Kutai Kartanegara, Bojonegoro, Aceh Utara, dan Lhokseumawe. Kegiatan ini menjadi kesempatan untuk para peserta berkolaborasi dan berjejaring dengan peserta lintas wilayah.

Sebelum mengikuti pembelajaran di in-person workshop, 55 peserta mengikuti pembelajaran daring melalui sesi live session selama 4 minggu. Sesi tersebut dilaksanakan satu minggu sekali bersama para fasilitator dari berbagai negara. Bahasa yang digunakan selama sesi adalah bahasa Inggris. Sesi dan modul daring mengasah kemampuan siswa dalam kemampuan berpikir kritis dan wicara publik, meningkatkan kepercayaan diri, serta meningkatkan kesadaran siswa dalam interaksi dengan warga global.

Global Digital Program Specialist Bina Antarbudaya, Fani Salsabila menyampaikan, dari 300 pendaftar yang diterima, terpilih 55 peserta melalui seleksi. Menurutnya, para peserta menunjukkan komitmen dan kegigihan dalam mengikuti serta menuntaskan program dengan baik.

“Ini adalah kelompok pertama dalam program yang menunjukkan binar di mata sejak kick-off session. Kami berharap para peserta kembali ke daerah masing-masing menyebarkan ilmu, menginspirasi sekitar, serta mengimplementasi proyek nyata supaya menjadi agen perubahan yang baik,” kata Fani.

Program AFS Global Future Leaders Network menghadirkan pendekatan pembelajaran yang menggabungkan pengetahuan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) dengan kompetensi global (global competence). Para peserta tidak hanya belajar konsep ilmiah dan teknologi, tetapi juga memahami bagaimana ilmu tersebut dapat diterapkan untuk memecahkan masalah nyata di masyarakat, seperti pembangunan berkelanjutan, pendidikan berkualitas, hingga teknologi ramah lingkungan.

Untuk memperdalam pemahaman tentang pengembangan pemuda dan keberlanjutan komunitas masyarakat, AFS Global Future Leaders Network menyelenggarakan talk show bertema “Social Campaigning, Youth Development, and Community-based Sustainability” dengan Sr Specialist Social Investment INPEX Masela Ltd, Aziz Fasya sebagai salah satu narasumber sekaligus perwakilan KKKS. Hal ini menjadi kesempatan para peserta untuk berinteraksi secara langsung dengan ahli di bidangnya.

Sebagai mitra, SKK Migas berkomitmen mendukung kemajuan kualitas pendidikan generasi muda. “Kemampuan para peserta di luar ekspektasi karena mampu menulis esai dan memiliki bahasa Inggris yang bagus. Hal ini membuktikan bahwa pendidikan dan informasi tersebar sehingga potensi tidak kalah saing dan merupakan orang-orang pilihan. Para peserta dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk berinteraksi, berkoneksi, dan berkolaborasi. Kami berharap di hulu migas akan hadir engineer dari perkumpulan saat ini,” ujar Roy Widiartha, Kepala Kelompok Kerja Pengembangan Masyarakat SKK Migas.

Program AFS Global Future Leaders Network 2025 yang didukung oleh 10 KKKS-SKK Migas membuktikan kepercayaan terhadap Yayasan Bina Antarbudaya. Sepuluh KKKS tersebut memiliki wilayah operasi hulu migas yang tersebar di Indonesia, yaitu Pertamina Hulu Mahakam, Bumi Siak Pusako, Pertamina EP, Premier Oil Andaman, PetroChina International Jabung, Premier Oil Natuna Sea, ExxonMobil Cepu Limited, Pertamina Hulu Rokan, Mubadala Energy South Andaman, Petronas Carigali Ketapang II, dan Inpex Masela Ltd. Yayasan Bina Antarbudaya membuktikan bahwa program pendidikan inklusif sangat penting untuk generasi muda.

Dengan pengalaman hampir 40 tahun sejak didirikan pada 1985, Yayasan Bina Antarbudaya telah membina ribuan pemuda menjadi pemimpin yang menjunjung perdamaian dan keadilan global, didukung oleh jaringan volunteer di 20 chapter yang tersebar di seluruh Indonesia. Program ini menjadi bukti komitmen Yayasan Bina Antarbudaya dalam menyediakan pendidikan lintas budaya yang inklusif dan berkualitas, didukung oleh jaringan AFS Intercultural Programs di lebih dari 80 negara. (***)

Editor: Guntur Marchista Sunan

Leave a Comment

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *