Apical Soroti Nilai Kebermanfaatan dan Tanggung Jawab Industri Kelapa Sawit di Momentum Ramadan
Manajemen Apical dan awak media berfoto bersama usai buka puasa bersama. (Foto: Dok iNTREN)

Apical Soroti Nilai Kebermanfaatan dan Tanggung Jawab Industri Kelapa Sawit di Momentum Ramadan

BALIKPAPAN, iNTREN – Bulan Ramadan menjadi momentum refleksi untuk memperkuat nilai kebersamaan, integritas, dan kebermanfaatan. Dalam semangat tersebut, Apical menekankan pentingnya membangun komunikasi yang terbuka serta dialog konstruktif mengenai peran industri kelapa sawit dalam kehidupan sehari-hari.

Semangat ini tercermin dalam pertemuan Apical dengan insan pers di Balikpapan, Kalimantan Timur, yang berlangsung dalam suasana buka puasa bersama. Kegiatan ini menjadi wadah bagi perusahaan dan media untuk bertukar pandangan mengenai perkembangan industri kelapa sawit serta kontribusinya bagi masyarakat dan perekonomian lokal.

Head of Corporate Communications Apical, Prama Yudha Amdan mengatakan, Ramadan merupakan momen refleksi untuk terus menghadirkan kebermanfaatan dan menjaga integritas dalam setiap langkah.

“Ramadan mengajarkan kita tentang kebermanfaatan dan integritas, melakukan yang benar bahkan ketika tidak ada yang melihat,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Yudha juga menyampaikan bahwa kelapa sawit kini berkembang menjadi berbagai produk bernilai tambah yang menghadirkan manfaat luas.

“Kelapa sawit telah berkembang menjadi berbagai produk bernilai tambah. Oleokimia hadir untuk memenuhi beragam kebutuhan sehari-hari, functional fats mendukung industri pangan, dan energi terbarukan, termasuk Sustainable Aviation Fuel, menjadi bagian dari solusi transisi energi. Manfaatnya kini menjangkau semakin luas, dari dapur rumah tangga hingga bahan bakar pesawat,” jelasnya.

Beragam manfaat tersebut juga menuntut pengelolaan yang bertanggung jawab serta tata kelola yang kuat di sepanjang rantai pasok. Komitmen itu, lanjut dia, diwujudkan melalui rantai pasok yang terintegrasi dan berkelanjutan, mulai dari pengadaan baku, proses pengelolaan, inovasi produk, hingga pengembangan energi terbarukan. Perusahaan meyakini bahwa kebermanfaatan hanya akan bermakna jika dikelola dengan integritas.

“Karena pada akhirnya, kelapa sawit bukan cuma minyak. Dia adalah manfaat yang dikelola dengan tanggung jawab, untuk hari ini dan untuk masa depan,” tambah Yudha.

Di acara yang sama, Manager General Affairs PT Kutai Refinery Nusantara (PT KRN), unit bisnis Apical, Randy Suwenli, menambahkan bahwa prinsip tanggung jawab dalam pengelolaan industri kelapa sawit juga diwujudkan melalui berbagai inisiatif perusahaan yang berfokus pada sumber daya berkelanjutan.

“Salah satu upaya yang baru-baru ini dilakukan adalah melalui program pemanfaatan FABA atau Fly Ash dan Bottom Ash, yaitu material yang dihasilkan dari proses pembakaran batu bara pada pembangkit listrik tenaga uap. Pembangkit listrik milik PT KRN ini telah beroperasi sejak tahun 2021, dan material yang dihasilkan dari proses tersebut memiliki potensi untuk dimanfaatkan kembali”, jelas Randy.

Melalui program ini, FABA dimanfaatkan menjadi produk bernilai ekonomis seperti batako dan paving block. Pengelolaannya juga dengan melibatkan masyarakat di sekitar untuk mengolah material tersebut menjadi produk yang tidak hanya memiliki nilai guna, tetapi juga memberikan nilai ekonomi.

Inisiatif ini menjadi salah satu contoh bagaimana Apical menerapkan prinsip tanggung jawab dalam kegiatan operasionalnya sekaligus memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat. Komitmen ini sejalan dengan filosofi 5C Apical, Good for the Community, Good for the Country, Good for the Climate, Good for the Customer, dan Good for the Company, yang menempatkan kebermanfaatan dan tanggung jawab sebagai bagian dari setiap langkah perusahaan. Melalui filosofi ini, Apical menegaskan komitmennya untuk terus mendorong praktik kelapa sawit berkelanjutan, serta memastikan setiap produk yang dihasilkan memiliki nilai tambah, dikelola secara bertanggung jawab, dan memberikan kontribusi positif bagi lingkungan serta komunitas sekitar. (***)

Editor: Guntur Marchista Sunan

Leave a Comment

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *