JAKARTA, iNTREN – PT Multi Bintang Indonesia Tbk, bagian dari The Heineken Company, melaporkan kinerja keuangan pada semester pertama tahun 2025 yang kuat dalam acara paparan publik tahunannya. Kinerja ini didorong oleh keunggulan portofolio produk, inovasi berkelanjutan, dan posisi Bintang–sebutan Multi Bintang Indonesia–sebagai pemimpin di kategori bir lager dan bir rasa.
Perusahaan tersebut juga terus menegaskan komitmennya terhadap keberlanjutan, investasi berkesinambungan dalam digitalisasi, serta meningkatkan tata kelola melalui perubahan pada dewan komisaris.
Pada paruh pertama tahun 2025, Bintang mencatatkan pendapatan bersih sebesar Rp 1.472 miliar atau hampir menyentuh angka Rp 1,5 triliun. Itu mencerminkan kenaikan 6 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Laba kotor juga naik 5 persen menjadi Rp 867 miliar, menandakan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan dan kinerja keuangan yang semakin kuat dari perusahaan.
“Di tengah dinamika pasar yang terus berkembang dan tantangan ekonomi global yang masih berlangsung, kami bangga dengan capaian Multi Bintang Indonesia pada semester pertama ini. Pencapaian ini adalah bukti kekuatan brand ikonik kami, ketangkasan dan dedikasi karyawan kami, serta kemampuan kami untuk tetap fokus pada pertumbuhan jangka panjang dan berkelanjutan,” kata Roland Bala, Presiden Direktur Multi Bintang Indonesia.
Bintang mencatatkan pertumbuhan pangsa pasar dan volume yang kuat dibandingkan dari tahun sebelumnya, sehingga mendorong pertumbuhan pasar bir secara keseluruhan. Kinerja ini didorong oleh portofolio Bintang yang tangguh. Khususnya, Bintang Anggur Merah dan Bintang Radler menunjukan kinerja yang kuat, dengan volume meningkat masing-masing pada low-single-digit dan low-teens, yang mencerminkan permintaan konsumen yang konsisten akan rasa khas mereka.
Lebih lanjut, perusahaan terus mendorong strategi premiumisasi melalui Heineken, yang turut berkontribusi terhadap pertumbuhan positif ini. Merek tersebut mencatatkan pertumbuhan tahunan pada kisaran tinggi digit tunggal yang sebagian didorong oleh strategi komersial yang sukses serta penguatan distribusi melalui jalur pemasaran di Kota Batam, sehingga semakin memperkuat arah pertumbuhan positif perusahaan.
Ke depannya, Bintang berkomitmen untuk mempertahankan posisinya sebagai pemimpin pasar bir di Indonesia. Caranya dengan memfokuskan ke segmen konsumen utama bir melalui Bintang Pilsener, sekaligus memperluas pasar dengan menyasar konsumen non-reguler dan mereka yang terbuka terhadap minuman beralkohol. Strategi ini diperkuat oleh portofolio produk yang beragam, termasuk Bintang Crystal, Bintang Radler, Bintang Anggur Merah, serta inovasi terbarunya, Bintang Arak Jeruk & Madu.
“Kami akan senantiasa memprioritaskan inovasi merek dan menjaga standar operasional yang unggul, sekaligus mempererat hubungan dengan konsumen melalui berbagai pengalaman yang berkesan,” ujar Roland.
Memperkuat Inovasi, Fokus pada Konsumen, dan Komitmen terhadap Keberlanjutan
Tahun ini, Bintang memperlihatkan kemajuan signifikan dalam implementasi Digital Backbone (DBB), sebuah program transformasi strategis yang didukung secara global oleh Heineken untuk menjadikan Bintang sebagai produsen bir dengan konektivitas terbaik di Indonesia. Program ini dirancang untuk mentransformasi cara menghubungkan setiap lini operasional perusahaan secara menyeluruh yang didorong oleh analisis data secara real time, sehingga mampu meningkatkan produktivitas dan daya saing Bintang di pasar.
Pencapaian utama DBB sebagai inisiatif inovasi digital dilakukan melalui proses evaluasi terhadap lebih dari 300 proses bisnis melalui penyelenggaraan serangkaian business impact workshops. Saat ini, Bintang tengah mempersiapkan tahap berikutnya dari implementasi DBB, yang mencakup pelatihan bagi pengguna kunci, user acceptance testing, serta penyempurnaan dan pembersihan data induk.
Perusaaan tersebut melihat adanya pergeseran perilaku konsumen, di mana generasi muda kini memiliki pengaruh besar dan kian vokal dalam menyuarakan nilai serta preferensi pribadi mereka. Mereka menunjukkan ketertarikan tinggi pada merek yang autentik, menjunjung keberagaman, dan berkomitmen terhadap keberlanjutan.
Menanggapi perubahan ini, Bintang berkomitmen untuk beradaptasi dengan dinamika pasar yang terus berkembang. Pihaknya secara aktif mendengarkan aspirasi konsumen dan mewujudkannya melalui inovasi produk, penyelenggaraan berbagai acara, serta kehadiran yang kuat di media sosial. Strategi ini membantu Bintang menjaga relevansi, memperkuat kedekatan dengan konsumen, dan menciptakan loyalitas jangka panjang.
Salah satu langkah yang ditempuh adalah memperkuat perdagangan digital untuk menjangkau lebih banyak pelanggan. Sejak Januari 2024, Bintang telah berhasil meluncurkan Order Management System (OMS) regional ke sebagian besar distributornya dengan target implementasi penuh pada akhir paruh pertama tahun 2025.
Sementara itu, platform eB2B Bintang turut mendorong percepatan adopsi digital dengan menghasilkan pendapatan miliaran serta menjaring ribuan pengguna aktif hingga akhir semester pertama. Multi Bintang Indonesia juga berfokus pada platform eB2B terbaru yang menegaskan komitmen Bintang dalam menghadirkan sistem pemesanan yang lebih cepat dan fleksibel, sekaligus memperkenalkan program loyalitas pelanggan guna memperkuat keterlibatan pelanggan.
Dalam bidang sustainability and responsibility, inisiatif Brew a Better World (BaBW), ambisi keberlanjutan Bintang, terus berada di jalur yang tepat untuk mencapai target emisi nol bersih di scope 1 dan 2 melalui pemasangan panel surya di dua fasilitas produksinya. Bintang juga menunjukkan kemajuan signifikan dalam mengoptimalkan pemanfaatan energi terbarukan di seluruh lokasi produksi dan logistiknya.
Selain itu, Bintang berhasil mempertahankan keseimbangan air 100 persen selama dua tahun berturut-turut, bahkan mampu mengurangi rata-rata penggunaan air, sehingga mencapai status positif pengembalian air setelah mencapai 157 persen di wilayah operasionalnya yang berada di Daerah Aliran Sungai (DAS) Brantas di Mojokerto dan DAS Cisadane di Tangerang.
Sementara itu dari segi sosial, program pemberdayaan masyarakat di Mojokerto dan Sampangagung terus membantu memperkuat infrastruktur pengelolaan sampah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Di Mojokerto, Bintang bekerja sama dengan WeHasta untuk memperkuat infrastruktur pengelolaan sampah dan kompos modern yang telah memberikan manfaat bagi lebih dari 15 ribu masyarakat dengan mendirikan 340 bank sampah dan empat Tempat Pengelolaan Sampah terpadu.
Sementara itu, kemitraan Bintang dengan lembaga swadaya masyarakat setempat di Sampangagung mendorong pemanfaatan produk turunan bambu untuk membantu memperkuat aktivitas ekonomi masyarakat dan melestarikan warisan budaya lokal.
Bintang juga terus mendorong konsumsi yang bertanggung jawab (responsible consumption) melalui penyediaan pilihan produk non-alkohol dan penyampaian pesan edukasi yang jelas. Upaya ini akan diperkuat dengan peluncuran video edukatif mengenai konsumsi yang bertanggung jawab yang akan didistribusikan secara luas melalui berbagai saluran media sosial.
Perubahan di Jajaran Kepemimpinan
Bintang menandai babak baru dalam kepemimpinannya melalui perubahan dalam jajaran dewan komisaris. Sebagai bagian dari transisi ini, Radovan Sikorsky kini akan menjalankan penugasan strategis baru di The Heineken Company, hal itu mencerminkan kontribusi berkelanjutan Radovan bagi Bintang.
Menyusul pengumuman tersebut, Bintang dengan bangga mengumumkan pengangkatan Rolando Saenz, seorang eksekutif berpengalaman yang saat ini menjabat sebagai Strategy and Business Control Manager APAC, sebagai anggota dewan komisaris yang baru. Dengan perspektif baru dan pendekatannya yang visioner, kepemimpinan Rolando diharapkan dapat mempercepat transformasi Bintang, mendorong inovasi, serta mengarahkan Bintang dalam mewujudkan aspirasi pertumbuhan jangka panjang di tengah dinamika pasar yang terus berkembang.
“Dengan fondasi yang kuat dalam kinerja, inovasi, dan keberlanjutan, Multi Bintang Indonesia berada dalam posisi yang tepat untuk terus tumbuh di tengah dinamika pasar yang berkembang pesat. Transisi kepemimpinan ini bukan sekadar perubahan struktural, melainkan juga wujud komitmen baru untuk menghadirkan nilai jangka panjang dan membentuk masa depan industri bir di Indonesia,” tutup Roland. (***)
Editor: Guntur Marchista Sunan

