BATAM, iNTREN – Bintang Muda Indonesia Provinsi Kepulauan Riau (BMI Kepri) mengecam keras tindakan seorang warganet yang mengunggah foto bendera merah putih yang ditempel simbol Jolly Roger, lambang bajak laut dari serial manga One Piece. Foto yang dibuat dengan teknologi Artificial Intelligence (AI/kecerdasan buatan) tersebut dinilai dapat merendahkan martabat bangsa dan memudarkan semangat nasionalisme di kalangan generasi muda.
Ketua BMI Kepri, Angga Syahbana menegaskan, perjuangan para pahlawan untuk meraih kemerdekaan dilakukan dengan pengorbanan jiwa dan raga. “Dulu, para pejuang mempertaruhkan nyawa dan harta benda agar kita bisa mengibarkan bendera merah putih. Hal ini yang harus selalu kita ingat,” tegas Angga.
Postingan yang diunggah oleh akun Facebook berinisial CL itu menampilkan seorang pria berbaju hitam berdiri di atas kap mobil, mengibarkan bendera merah putih dengan simbol tengkorak di tengahnya. Meski kini postingan tersebut telah dihapus, BMI Kepri telah berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait dan mendapat dukungan dari tokoh masyarakat untuk menyelesaikan masalah ini.
Angga berharap pemilik akun tersebut segera memberikan klarifikasi dan pertanggungjawaban atas perbuatannya. Hal ini tertuang dalam Undang-undang (UU) Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan
“Kami berharap masalah ini bisa diselesaikan dengan baik demi menjaga sikap nasionalisme anak bangsa,” tegasnya.
Sebelumnya, Kepala Kepolisian Resort Kota (Kapolresta) Barelang, Kombes Pol Zaenal Arifin menyatakan sikap tegas terhadap pengibaran bendera bajak laut One Piece saat peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kota Batam. Dia menegaskan, setiap pelanggaran terhadap aturan pengibaran bendera nasional akan ditindak secara hukum.
“Kalau ada yang terbukti melanggar dan tidak mengibarkan merah putih, tentu akan kami tindak tegas,” tegas Zaenal. Dia menyebut, pengibaran simbol fiksi One Piece bukan hanya provokatif, tetapi juga dianggap tidak menghormati nilai perjuangan para pahlawan yang telah memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. (***)
Editor: Guntur Marchista Sunan

